Hutan hujan Amazon (Bahasa Portugis Brasil: Floresta Amazônica atau Amazônia; Bahasa Spanyol: Selva Amazónica atau Amazonía) adalah hutan hujan di Amazon, Amerika Selatan.Wilayah ini, yang juga disebut Amazonia atau Amazon Basin,
, memiliki luas lebih dari 1,4 miliar hektar yang berlokasi di Amazon
Basin, Amerika Selatan.
Mencakup sekitar 40-54 persen dari luas benua Amerika Selatan, Amazon merupakan hutan hujan terbesar di dunia.
Hutan Amazon terletak di sembilan negara:
Brasil (dengan 60 persen hutan), Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis. Ini adalah rumah masyarakat adat, termasuk Urarina di Peru[1].
Amazon juga termasuk hutan tropis paling luas di dunia,dan memiliki
dua nama lain,yaitu'paru-paru dunia'karena menghasilkan 30% dari seluruh
oksigendi
Bumi,dan 'neraka hijau' karena setiap tahun sungainya meluap.Lebatnya
hutan membuat semua terlihat sama dan yang terakhir karena banyak
serangan dari serangga buas yang sebagian besar belum dinamai.Tigapuluh
persen dari jumlah seluruh binatang dan setengah dari seluruh spesies
tanaman ada di hutan ini.Beberapa jenis binatang di hutan ini adalah jaguar,tapir,anakonda,boa,kupu-kupu morpho biru,elang harpy,sloth,caiman,babi hutan,dan masih banyak lagi.Sedangkan berbagai jenis tanaman yang ada disini adalah pohon kapok,pohon telinga gajah,teratai raksasa,anggrek,jarda,sapodilla,pohon pisang,dan lain-lain.
Ekosistem Amazon adalah rumah bagi ribuan spesies tanaman dan hewan.
Selain itu, masih terdapat berbagai fakta unik dan menarik tentang hutan
terbesar di dunia ini.
Berikut adalah daftar berbagai fakta mengenai Amazon.
1. Hutan hujan Amazon meliputi delapan negara di
Amerika Selatan yaitu Brasil, Bolivia, Kolombia, Ekuador, Guyana
Prancis, Guyana, Peru, Suriname, dan Venezuela.
Brasil menjadi rumah bagi 60 persen wilayah Amazon disusul Peru (13 persen), dan Kolombia (10 persen).
2. Sungai Amazon, yang menjadi nadi kehidupan Amazon
membentang sekitar 4.007 mil dari hulu hingga ke hilirnya di Samudera
Atlantik.
Sungai Amazon memiliki 1.100 anak sungai, dengan 17 diantaranya memiliki panjang lebih dari 900 mil.
Sebagai salah satu sungai terbesar di dunia, Amazon memiliki debit air sekitar 3,4 juta galon setiap menit.
3. Hutan hujan Amazon memiliki iklim panas dan lembab, dengan suhu rata-rata sekitar 27 derajat Celsius sepanjang tahun.
Wilayah Amazon jarang mengalami perubahan drastis dalam pola iklim.
Panas akan menguapkan air dan kembali lagi dalam bentuk hujan yang
mengguyur Amazon.
4. Tingkat curah hujan yang tinggi sepanjang tahun,
disertai dengan air yang dibawa oleh sungai dari salju yang mencair dari
Pegunungan Andes di Peru, mengakibatkan lantai hutan mengalami banjir
di musim panas.
Pada saat itu, tingkat air naik antara 9-12 meter sehingga
menciptakan rawa yang menggenangi hingga jutaan hektar wilayah Amazon.
5. Sekitar 438.000 spesies tanaman telah
diidentifikasi di Amazon. Tidak mustahil jumlah ini akan terus meningkat
seiring dilakukannya eksplorasi yang lebih menyeluruh terhadap Amazon.
6. Sekitar 2.180 ikan, 1.294 burung, 427 mamalia, 428 amfibi, dan 378 reptil telah teridentifikasi di Amazon.
Selain itu, hutan lebat Amazon merupakan rumah bagi 2,5 juta spesies serangga.
Jumlah invertebrata, bahkan lebih sulit untuk dipastikan, diyakini berada di antara rentang 96.660 hingga 128.843 spesies.
7. Sekitar seperlima dari total spesies burung dan ikan yang mendiami planet ini ditemukan di ekosistem Amazon.
Sungai dan rawa Amazon merupakan rumah bagi spesies seperti pirarucu –
dianggap sebagai salah satu spesies ikan air tawar terbesar di dunia
sebesar (2,5 meter), dan piranha – salah satu spesies paling mematikan
di bumi.
Jaguar, cougar, dan ocelot merupakan predator besar yang mendiami
Amazon, sedangkan buaya caiman hitam adalah predator utama di habitat
air.
8. Penggundulan skala besar hutan Amazon telah memicu keprihatinan dunia.
Penebangan, pertambangan, pertanian, dan perumahan merupakan faktor yang bertanggung jawab atas penggundulan hutan hujan Amazon.
Hal ini tentu saja memprihatinkan, mengingat hutan Amazon merupakan
paru-paru dunia sekaligus rumah bagi jutaan spesies tanaman dan hewan.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar